Wednesday, May 28, 2008

Mengabsen di Tengah Malam



Malam tadi, kalau tidak salah sekitar pukul 12, Pendar tahu-tahu terbangun. Kebetulan, saya belum tidur, meskipun sudah setengah teler.

Pendar (mengangkat badan): Bunda?
Bunda: Iya. Ini Bunda. Bobo lagi ya...

Pendar kembali berbaring. Tapi tak lama, dia bangkit lagi dan bertanya pada saya:
P: Syek? (=Shrek. Kartun favoritnya saat ini)
B: Shrek udah bobo.
P: Ayah?
B: Ayah juga udah bobo. Tuh, di samping Pendar.
P: Ona? (=Princess Fionna, istri Shrek)
B: Fionna bobo.
P: Oki? (=Donkey, teman Shrek)
B: Donkey juga udah bobo.

Pendar berbaring lagi, tapi sebentar kemudian bangun.
P: Ingguini? (Linguini, tokoh dalam Ratatouille)
B: Bobo juga.
P: Om? (=chef Skinner, musuh Linguini)
B: Om chef? Om chef udah bobo.
Puas mengabsen, Pendar baru terlelap. Hehehe.. Ampun deh, Nak. Ngabsennya mesti malam-malam, ya?

Monday, May 19, 2008

Pusing

Semalam, Pendar beberapa kali menggeleng-gelengkan kepala sambil berkata, "Pusing! Pusing!"

Hari Pertama

Setelah membaca posting Dewi Lestari di sini, saya memutuskan untuk mencoba bervegetarian satu hari dalam seminggu. Tiap hari Senin. Dan ini hari pertama.

Wish me luck!

Menyebalkan

Tadi pagi menyebalkan.

Seperti biasa, saya beli nasi uduk di gerobak depan kantor
Si Ibu juragan nasi uduk yang melayani saya.
Dia memilih-milih setumpuk piring sambil berkata, "Saya suka malu, Neng, kalau piringnya jelek..."
Saya lihat, piring-piringnya memang sudah baret-baret, kecoklatan, tidak lagi putih bersih.
Saya menunggu dia memilih piring. Saya pikir dia akan memilihkan yang paling layak dipakai buat saya.
Lalu, dia berhenti, tangannya mengambil satu piring dan... guess what, dia memilih piring yang paling jelek! Yang paling banyak baret-baretnya, paling kecoklatan, lalu mulai menyendokkan nasi uduk pesanan saya.
WHAT THE.....!!!

Cuma piring, Ey. Cuma piring...

TAPI GAK BISA GITU DONG!!!

Sebenarnya, ada dua cara melihat hal ini:
Cara pertama, dengan marah-marah.
Cara kedua, dengan berpikir begini: Mungkin si ibu sudah menganggap saya bukan 'orang lain lagi', karena hampir setiap hari beli di sana. Saya bukan lagi pembeli yang harus dikasih piring bagus. Karena toh dikasih piring jelek aja masih balik lagi kok.

WHAT THE.....!!!

Nyebelin.,

NGGAK MAU BELI DI SANA LAGI AH!!!!!!!!!!!!!!! (ngambek dot kom)

Sedih

Menurut saya, menyedihkan bila seorang perempuan baru dianggap berhasil oleh suami (dan mertuanya) hanya bila rumahnya selalu rapi dan bisa masak.

Apakah dia bekerja dari Senin sampai Jumat, berdesak-desakan tiap sore di kemacetan kota sampai (selalu) merasa pusing dan mual, dan ikut berkontribusi pada keuangan keluarga, itu tentu bukan ukuran (siapa suruh kerja?).

Apakah dia tidak pernah belanja baju, sepatu atau batal ikut kelas yoga bulan ini supaya bisa menyisihkan uang karena masih banyak keperluan, itu tentu hal biasa.

Apakah dia menghabiskan akhir pekannya dengan mengurus anak, satu kali memandikan, dua kali menyeboki, berkali-kali mengganti baju+celana+pampers, mengendong, meredakan tangis, menyiapkan makanan, tiga kali menyuapi berjam-jam sambil hilir-mudik karena si anak tidak mau diam sehingga Senin paginya kaki si perempuan masih pegal-pegal, itu tentu bukan prestasi (ribuan perempuan lain toh mengerjakannya tiap hari?).

......

Friday, May 16, 2008

David VS David



Wohooooo.... It's David VS David final!!!!
Luv it luv it! I just looooove... this season!

David Cook, 25 tahun, udah 'jadi', kayaknya udah siap rekaman dan jadi bintang.

David Archuletta, big talent, great voice. Inner-nya belum keluar banget, tapi hei, dia kan baru 17 tahun bow! He still has a looong way to go. 17-nya aja kayak gini, gimana umur 25?

Aduh, American Idol-nya nggak boleh 2 orang aja ya? :D :D :D

Tuesday, May 13, 2008

Update: Pendar 19 bulan



Pendar sudah bisa bilang Bunda! Ahhh... senangnya.. Tapi 'N'-nya hilang. Jadi dia manggil saya dengan 'Budaaaaaa'

Pendar punya kebiasaan baru: Sehabis minum (dari gelas), dia suka berkata, 'Ahhh, MANTAAP..' Hihihihi... Ajaran angkunya nih. Eh, tapi 'M'-nya juga belum bunyi. Jadi ngomongnya 'ANTAAP...'

Gigi geraham Pendar sudah 4. Dua di atas, dua di bawah. Bisa makan kerupuk. Doyan banget, malah.

Pendar sedang suka-sukanya makan sendiri. Setiap mau disuapi, dia merebut piringnya dan mulai makan sendiri dengan tangan. Sebenarnya bagus sih, tapi makanannya jadi lebih banyak yang berceceran daripada yang masuk mulut. Repotnya, kalau saya sedang makan, dia juga ingin makan dari piring saya. Jadinya tarik-tarikan piringlah.

Pendar suka memperhatikan orang lain makan. Tempo hari, Om Wawaw (adik saya) sedang makan indomie. Dia memperhatikan lekat-lekat, lalu bertanya, "Enak', Waw?" :D Saya takjub. Bisa-bisanya ya, dia nanya gitu?

Pendar sedang hobi nonton DVD: Shrek (1,2,3), Ratatouille (DVD 'tikus'), dan as always Old MacDonald (DVD 'Yayo yayo').
Beberapa hari lalu, dia melihat kemasan DVD Shrek 1 punya Ayah. Kemasannya bagus, panjang dan ada gambar Shreknya. Sekarang, kalau bangun tidur --meskipun kebangun di tangah malam atau pagi buta--, Pendar suka bertanya, "Shek nana' (=Shrek mana)? Dia baru diam kalau saya mengambilkan kemasan Shrek itu.
Pinternya, dia ga cuma hapal Shrek, tapi bisa menunjuk gambar Princess Fiona atau Donkey dengan tepat kalau ditanya.
Trus, kalau iseng-iseng kita tanya, "Shrek mirip siapa sih, Dek?"
Dia pasti lantang menjawab, "AYAH!" Bwehehehehe.....

Monday, April 21, 2008

Pendar 1,5 Tahun

Malam-malam, Pendar sudah berbaring, siap tidur. Mulutnya disumpal dot bayi, sedang minum susu.
Pelan-pelan, pintu kamar terbuka. Ayah masuk--baru pulang kerja.
Kata Bunda, “Siapa tuh, Dek...?”
Pendar langsung melepas botol susu, menelan sisa susu yang masih di mulut, lalu berseru keras:
“PITAAAAAKK!!!”
*Gubraks*

Inilah akibatnya kalau anak kecil diajar macam-macam. Ayahnya Pendar memang sering memperlihatkan kepalanya yang pitak (ehm) ke Pendar. “Nih, lihat nih, kepala Ayah pitak.”

Sekarang tiap kali ayahnya baru datang, Pendar bukannya manggil 'ayah' seperti biasa, malah teriak 'pitak'. Kalau dipelototi, suaranya malah lebih keras: PITAAAAAKK!
Kalau ayah nelepon dari kantor, Pendar bisik-bisik ke Bunda: “pitak.. pitak...”
Sekarang kami sedang berusaha mengubah kebiasannya itu. Kalau dia bilang 'pitak', saya -sedapat mungkin- berusaha tidak tertawa.
Hehehe.

Pendar sudah 1.5 tahun sekarang. Makin besar. Makin pintar. Makin hobi ngoceh dan joged. :)

Tempo hari, di mobil, Pendar buang angin. Keras dan bunyinya panjang :)
Habis buang angin, dia menutup hidungnya dengan jari telunjuk. “Bauu.... bauu....” Saya takjub. Siapa yang ngajarin ya?

Minggu lalu, Pendar tahu-tahu bangun subuh. Ayah Bunda sedang bersiap-siap ke kantor. Melihat kami seperti mau pergi, dia langsung semangat empat lima. Mungkin dia pikir bakal diajak jalan-jalan ya? Pendar langsung loncat-loncat di kasur sambil berseru girang, “Ayo! Ayo! Ayo!”
Hehehe, ayo ke mana, Neng?

Satu lagi. Kalau melihat dompet atau tas, dia pasti minta duit (halah).
“Dodit. Dodit.. (=duit)”
“Duit? Memang Pendar mau beli apa?”
“Lalon / lalots (=balon).”

Kata Serny, “Pendar itu 'elo banget' (=suka asal) ya? Cuma lebih ekspresif. Kalo lo keluarin semua yang di diri lo, ya jadinya mungkin kayak Pendar.”
Hihihi, iya, benar. Saya 'suka asal' dan kayaknya Pendar punya 'bibit asal'. But I'm the introvert version of her. Or she's the extrovert version of me? :D

O ya, gigi geraham Pendar juga sudah tumbuh. Senangnya... Tambah pintar makannya ya Nak :)

Pendar juga bisa berhitung(!). "Atu, dua, iga, epuluh..." Biasanya dia berhitung kalau naik tangga atau meneteskan obat batuk ke sendok. Anak pintar...

Hampir lupa: Pendar suka mengikuti kami salat. Bisa bersedekap, ruku dan sujud. Bisa gerakan berdoa dan zikir :)

Thursday, April 17, 2008

29

Mumpung bulan April belum lewat, saya harus cepat-cepat posting ini:

Happy Belated Birthday Dear Me.
(halah, bagaimana ini, masa mengucapkan selamat ulang tahun buat diri sendiri aja telat?)

Anyway, 4 April 2008 lalu, saya tepat berusia 29. The last of my 20's. Must make something out of it.

Ada apa saja tanggal 4 kemarin?
Tidak ada yang terlalu istimewa - kata Eyi si negatif.
SEMUANYA ISTIMEWA! - kata Eyi si positif.
Mungkin dua-duanya benar

Well, saya dapat kado ini dari hubby:



Ini paper mousepad. 'Judul' di atasnya 'Random Dawdle'. Menurut Oxford Learner's Pocket Dictionary, 'dawdle' = 'move slowly and lazily'. Wah, cocok! Gue banget! :D

Saya tidak pernah bilang ke hubby, tapi saya memang suka mencoret-coret kertas. Biasanya kalau lagi bengong, kalau lagi tidak bengong, sedang rapat, sedang tidak rapat, sedang santai, di sela-sela pekerjaan...

Biasanya saya menggambar asal-asalan. Umumnya orang. Wajah orang, terutama tampak depan. Kadang-kadang dari samping. Kadang-kadang setengah badan, seringnya close-up. (Eh, tapi saya bukan tukang gambar yang canggih ya. Gambar saya seperti lukisan anak SD). Serius.

Atau kata-kata tidak penting.

Atau paraf saya sendiri.

Atau bunga, Atau bintang. Atau matahari. Well, you get my point.

Anyway, kado ini lucu. Karena corat-coretnya jadi 'terarah'. Hihihihi....

Oya, saya juga dapat Opera Cake dari hubby. Dikirim ke kantor. Tadinya mau posting foto cake-nya di sini, tapi susah banget. Lagipula, rasanya semua orang sudah tahu seperti apa bentuk opera cake.

Ini wishlist saya:


(pict.belongs to www.howaboutorange.blogspot.com )

A lovely home office -- my standard, of course.


(pict.belongs to imagebank.com)

Ini wishlist kedua: Belajar yoga.

Sebenarnya, saya ingin belajar sesuatu yang baru. Apa saja. Keluar dari segala rutinitas selama ini: Menulis, membaca,cari info, wawancara, bla bla bla.
I know that I need to do something different.
So yoga it is.
Kapan mau mulai? Bulan depan, setelah gajian. Semoga. Harus. Ini hadiah dari saya buat diri sendiri.

Happy Birthday Eyi.

Wednesday, April 02, 2008

Berubah

You are The Tower

Ambition, fighting, war, courage. Destruction, danger, fall, ruin.

The Tower represents war, destruction, but also spiritual renewal. Plans are disrupted. Your views and ideas will change as a result.

The Tower is a card about war, a war between the structures of lies and the lightning flash of truth. The Tower stands for "false concepts and institutions that we take for real." You have been shaken up; blinded by a shocking revelation. It sometimes takes that to see a truth that one refuses to see. Or to bring down beliefs that are so well constructed. What's most important to remember is that the tearing down of this structure, however painful, makes room for something new to be built.

What Tarot Card are You?
Take the Test to Find Out.



Pertama kali dapat kartu ini, WHAAAT??? War? Destruction? I'm not like that. Biasa, denial. Tapi begitu dibaca dua kali secara pelaaaan-pelaaaaan...
Well, something's about to change, I guess.

Friday, March 28, 2008

Wonderful Quote

There's a wonderful old Italian joke about a poor man who goes to church every day and prays before a statue of a great saint, begging, “Dear Saint—please, please, please... give me the grace to win the lottery.” This lamment goes on for months. Finally the exasperated statue comes to life, looks down at the begging man in weary disgust, “My Son—please please please..., buy a ticket.”

Prayer is a relationship; half the job is mine. If I want transformation, but can't even bothered to articulate what, exactly, I'm aiming for, how will it ever occur? Half the benefit of prayer is in the asking itself, in the offering of a clearly posed and well-considered intention.

(Eat Pray Love, Elizabeth Gilbert)

Tentang Sahabat

Sahabat adalah orang-orang baik yang membantumu mengeluarkan yang terbaik dari dirimu.
Bersama mereka, kamu mencintai, dicintai, berani, menari, terbahak, lupa keperihan masa lalu atau betapa mencemaskannya masa depan.
Bersama mereka, kamu 'menjadi'. Bersama mereka, kamu bahkan tidak perlu 'menjadi'. Bersama mereka, yang terpikirkan hanya 'saat ini'. Kamu penuh. Kamu kosong. Kamu menuang dan dituang.

Kamu bersyukur.

One Day in Your Life

One day in your life
you'll remember a place
Someone's touching your face
You'll come back and you'll look around you

One day in your life
You'll remember the love you found here
You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...

One day in your life
When you find that you're always waiting
For the love we used to share
Just call my name
And I'll be there

You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...

One day in your life
When you find that you're always longing
for the love we used to share
Just call my name
And I'll be there


**Kemarin waktu lagi potong rambut, dengar lagu ini berkumandang di salon.
Luv it so much.

Tuesday, March 18, 2008

Friends

Lagi kangen sama masa-masa kuliah, Depok, kampus jaman dulu (yang tidak terlalu banyak tempat parkirnya) dan yang paling penting... teman-teman seangkatan: Zhongwenxi 97. Nimen hao ma?

Saya mengumpulkan beberapa foto dan kabar mereka. Belum semua, sayangnya. Kemarin-kemarin saya berpikir untuk bikin satu blog khusus untuk kami. Tapi kemudian kepikiran, ngurus blog sendiri aja keteteran ya? Ah, tapi yang penting kan niat ya ;)

Oke deh, here we go.




Juferdy.
Ju sedang menikmati hujan bola warna-warni. Merah, pink, biru, hijau, abu-abu, hitam...






Ayu dan Seto nikah. Dua-duanya teman saya (tapi SEMUA teman Ayu rasanya jadi teman saya juga--walaupun saya tak pernah bertemu dengan each one of them. Ini akibat saking seringnya mendengar tentang mereka. Ya kan Yu? *wink wink*).
Saya tahu cerita Ayu dan Seto sejak... sebelum mereka pacaran. Saya mengikuti kisah mereka seperti menonton serial Friends. Hehehehe...



Damas is having a baby. Bagas namanya. (Nama lengkapnya siapa ya Dam? Lupa.. Ini fotonya sudah diganti ;) )
Dari semua teman seangkatan, saya paling sering bertemu Ayu dan Damas. Belakangan ini, mungkin karena berbagai perubahan, kami jadi lebih jarang bertemu. Padahal dulu sih jam berapa aja hayuuuuk....





Iska menikah. Putri Novotel cantik yang menemani saya menghabiskan hari ulang tahun ke-25 dengan berjalan-jalan di Bogor. Kumaha damang, Ka? ;)








Lisa dan suaminya Elkana sedang menunggu kelahiran anak pertama mereka. Saya jadi ingat resepsi mereka tahun lalu. Baru sekali itu saya datang ke resepsi di mana pasangan pengantinnya BERDUET! Hihihihi... Lisa adalah salah satu teman saya yang paling easy going and naturally...funny :)








Kiri: Yovan. Tengah: Kie.
Yovan sekarang di Deplu. Terakhir bertemu, dia sedang bersiap-siap berangkat ke Portugal (kemudian diganti Guang Zhou). Wah.. senangnya Van... (plus ngiri karena I've never been anywhere

Kie bekerja di perusahaan produsen Glass (atau Gelas, Ki?) Pa kabar jeng? Kangen euy.... Kie ini penyemarak suasana. Asal ada dia, acara apa pun rasanya rame. Ya kan, Ki? ;)


To be continued ah...

Tuesday, March 04, 2008

You Make Me Feel Like...



Saya tidak pernah merasa penting.
Tidak pernah punya posisi penting.
Terus terang, saya juga tidak merasa ada penting-pentingnya untuk 'merasa' penting, atau 'menjadi' penting.

Saya pernah dengar kalimat 'It's nice to be important, but it's more important to be nice.'
Saya suka kalimat itu. Suka maknanya. So I try to be nice (semoga berhasil).

Lalu sekarang saya punya anak.
Lho, apa hubungannya?
Ada. Banyak. Sangat.
Punya anak -di satu sisi- ternyata membuat saya merasa .... jadi orang penting. :)

Coba bayangkan.
Begitu pulang kantor, anak saya menyambut saya dengan suka cita.
Dia bertepuk tangan, tertawa terbahak-bahak, matanya berpendar.
Dia tertawa begitu keras sampai kepalanya menengadah.
Seumur hidup, belum pernah ada orang yang begitu gembira melihat saya seperti itu.

Ketika saya menghilang dari pandangannya -mungkin karena ke dapur atau ke kamar mandi atau sekadar keluar kamar sebentar- dia menangis. Dia mencari-cari saya, "Nda? Nda? Nana? Nana? (=bunda? mana?)

Waktu dia masih menangis karena mencari saya, lalu saya muncul lagi, tangisnya bisa langsung berhenti dan dia tertawa lagi dan kadang-kadang bahkan melonjak-lonjak. "Hehehe..."

Lain waktu, jika dia ingin 'melaporkan' sesuatu pada saya, dia datang tergopoh-gopoh dan berseru sekeras-kerasnya (she has a BIG BIG voice),"NDAAA! NDAAAA! INIIII! INIIII!!!!" Seolah dia takut saya akan melewatkan apapun yang dia tunjuk itu.

Kalau saya bernyanyi, dia akan menyimak penuh perhatian. Di akhir lagu, dia bertepuk tangan(!) buat saya!!! Kadang-kadang, baru nyanyi dua baris saja, saya sudah dihadiahi tepuk tangan :D Oh how I love my babygirl..

Belakangan ini, kalau saya minta 'disun', dia akan menempelkan pipinya ke pipi saya. Mmmuaahh...

...................................

Selama nyaris 29 tahun ini, saya pernah merasa senang, sedih, gembira, bahagia, takut, ragu, patah hati, kecewa, haru, bangga, marah, murka...
Tapi tak pernah -saya tak bisa mengingatnya- ... merasa penting.

Dulu, saya sering berpikir 'siapalah saya?'
Tapi sekarang kalau 'diri saya' mulai meremehkan 'diri saya' dengan ucapan 'siapalah saya', saya sudah punya jawaban:
"I'm a mother. And I'm important." :)


PS: Di atas itu foto pertama saya di blog ini setelah ngeblog sejak tahun 2003. Sebagai orang penting, bolehlah sesekali majang foto - selama masih di blog sendiri. Hihihiihi...

Friday, February 29, 2008

Lucky Number S7vin

Your Life Path Number is 7
Your purpose in life is to find truth and meaning

You are very spiritual, and you are interested in the mysteries of life.
You are quite analytical and a great thinker. You have many theories and insights.
A life of solitude is perfect for you. You need time to think and do things your way.

In love, you are quite charming. You attract many with your confidence and wit.

While you enjoy being alone, sometimes you take it to an extreme.
You can become too isolated, shutting out loved ones and friends.
Express yourself a little bit more, and you'll be surprised where it takes you!

Imagine



Imagine there's no Heaven
It's easy if you try
No hell below us
Above us only sky
Imagine all the people
Living for today

Imagine there's no countries
It isn't hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people
Living life in peace

You may say that I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will be as one

Imagine no possessions
I wonder if you can
No need for greed or hunger
A brotherhood of man
Imagine all the people
Sharing all the world

You may say that I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will live as one

-John Lennon

*Menurut saya, lagu ini cantik banget, very touching n moving.
Tapi setelah menggumam-gumam sekian lama, saya jadi mikir sendiri: Bener ga ya? Bener ga ya, kalau kita ga punya konsep surga-neraka, negara, agama, kepemilikan, rasa tamak dan lapar, kita akan hidup damai?

*Picture's taken from Getty Image

Vote for David Archuleta!

OMG.... I really really really like this boy!
Good voice, good attitude, very talented n very very cute!
Semalam lihat David A di Global TV (maklum ga punya cable), nyanyi Imagine. Huhuhuhu...
Lucu deh, anak ini kalau dipuji jadi tersipu-sipu. Kayak nggak tahu kalau dia emang 'sekeren itu'.
Kalau gue masih SMP, mungkin udah kirim fanmail (seperti yang pernah gue lakukan pada Leonardo diCaprio, pemain Beverly Hills 90210, dan pemenang Asia Bagus. Dasar ABG centill...) Hehehehe...

David A, keep up the good work!
Gue yakin lo masup pinal! :D Muah! Muah! (Halah, Bundanya Pendar jadi ganjen gini)

Wednesday, December 12, 2007

Pendar 14 Bulan

My beautiful baby girl sudah bisa:

Jalan!
Yippiiiii..... Senangnya dan oh capeknya mengejar dia ke sana kemari.

Makan nasi seperti the rest of the family (Gigi Pendar sudah tujuh. Empat di atas, tiga di bawah).
Lauknya biasanya orak-arik telur, tahu, bayam... Tapi kadang-kadang Pendar bosan. Kalau disuapin, nasinya disembur-sembur keluar. Jadi kadang-kadang nasinya diblender dan tetap makan bubur instan untuk sarapan.

Kumur-kumur air putih.
Kalau lagi berbaring sambil ngedot air putih, Pendar suka jail. Air putih disimpan banyak-banyak dalam mulut, lalu mulut dimonyongin, dan krrrrrrr..... Airnya dikumur-kumur, lalu dikeluarkan dari mulut. Bajunya pasti basah dan harus diganti.

Kiss bye.
Ini benar-benar cuma saya yang mengajari. Sebelum berangkat ke kantor, saya menurunkan kaca jendela mobil dan melempar 'cium jauh' ke arah dia yang memandang dari balik pintu kaca. “Mmmuah!”

Menunjuk 'Bunda'.
Pendar suka mengacak-acak dompet ayah. Kalau menemukan KTP ayah, dia menunjuk foto ayah dan berseru, “AYAH!” Dari dulu, Pendar bisanya baru 'ayah'. Bilang 'bunda' belum bisa. Saya lalu mengajari, “Iya, ini ayah. Kalau bunda yang mana? Ini bunda...” Saya menepuk-nepuk diri sendiri. Setelah itu, kalau saya tanya, “Bunda mana, Dek?” Dia akan menepuk-nepuk dirinya sendiri. Hehehe, ini salah yang ngajarin ya?
Akhirnya, ajarannya diubah sedikit. Saya pegang tangannya, lalu saya arahkan ke dada saya. “Ini bunda...” Sekarang kalau ditanya, “Bunda mana?” Dia menepuk-nepuk saya. :) Anak pintar...

Menelepon.
Dari dulu, Pendar suka ngoprek ponsel ayah bunda. Sekarang, dia suka menempelkan HP ke kupingnya sambil ngomong (apa lagi?)... AYAH??? Lucunya, dia suka bertelepon sambil jalan kian-kemari, kayak bos-bos sok sibuk :D Kemarin, setelah mencet-mencet remote rusak, mencoba mengganti channel TV, Pendar menempelkan remote itu ke kuping; AYAH...??? Semalam, waktu kaos Pendar jatuh ke lantai, dia membungkuk untuk mengambilnya, lalu menempelkan kaos itu ke kuping: AYAAH...???

Ngomong:
'Ga apa-apa'. Tempo hari waktu dijaga Yangti, Pendar jatuh. Yangti langsung merasa bersalah. “Aduh, maaf ya, Pendar... Maaf, ya...” Pendar yang sudah berdiri langsung ngeloyor pergi sambil bilang. “Ga papah...” Saya takjub! Kok bisa ya dia jawab gitu?

'Siapa-siapa'. Satu malam, Pendar terbangun dan minta diajak keluar kamar. Saya gendong dia, lalu saya tunjukkan ruangan-ruangan yang gelap dan kosong. “Tuh kan... Masih malam. Ga ada siapa-siapa.” Pendar membeo, “Siapa-apah...”

'Mimik' atau 'memey' yang berarti air putih. Suatu ketika, Pendar terbangun malam-malam. Setelah mengerjapkan mata, kata itu meluncur lancar dari mulutnya, “MIMIK!” Ini bukan pertama kalinya dia bilang 'mimik' tapi pertama kalinya saya mendengar kata itu begitu lantang dari mulutnya.
Pernah, satu malam, saya tidak menyiapkan botol air putih dan cuma menyiapkan susu. Sewaktu Pendar rewel, saya berikan dia susu. Tapi Pendar nggak mau. Tangannya menunjuk-nunjuk ke rak besi tempat saya biasa meletakkan botol air putihnya. “Memey, memey...” Pendar baru tenang setelah diambilkan air putih. Hehehe, rupanya dia haus.

'Nyanyah?' Artinya 'mana'. Kalau dia sedang memainkan sesuatu, lalu barangnya kami sembunyikan, Pendar akan celingukan sambil bertanya, “Nyanyah? Nyanyah?”

'Aaalkoooo...' Semalam hidung Pendar meler lagi. Padahal baru sembuh dari flu. Hiks hiks.. Sambil menggendong dia, saya raih botol obat pilek Alco di meja makan. “Pendar minum Alco, ya, supaya sembuh.” Dia membeo lagi, “Aaalkooo...”

Thursday, November 22, 2007

Simply Beautiful

I had no one to talk me out of despair and that was a mistake. You need to keep people close. You need to give them access to your heart.
Charley Benetto, For One More Day

...there's a story behind everything. How a picture got on a wall. How a scar got on your face. Sometimes the stories are simple, and sometimes they are hard and heartbreaking. But behind all your stories is always your mother's story, because hers is where yours begin.
- Charley Benetto, For One More Day


Just finished reading For One More Day by Mitch Albom. Gila ya tuh orang. Keren banget :)
Seperti dua buku Mitch Albom sebelumnya -'Tuesdays with Morrie' dan 'Five Paople You Meet in Heaven'- buku ini menyinggung kematian (dan seiring itu juga kehidupan), old folks, past-present, love and self forgiveness.

To tell you the truth, for some reasons, I'm not really a big fan of 'Tuesdays with Morrie' (or is it because I only read the translated version ya? :p) but I reeeally love the other two books, especially this last one. Even after I closed the book, the story echoed in my heart.