Monday, April 21, 2008

Pendar 1,5 Tahun

Malam-malam, Pendar sudah berbaring, siap tidur. Mulutnya disumpal dot bayi, sedang minum susu.
Pelan-pelan, pintu kamar terbuka. Ayah masuk--baru pulang kerja.
Kata Bunda, “Siapa tuh, Dek...?”
Pendar langsung melepas botol susu, menelan sisa susu yang masih di mulut, lalu berseru keras:
“PITAAAAAKK!!!”
*Gubraks*

Inilah akibatnya kalau anak kecil diajar macam-macam. Ayahnya Pendar memang sering memperlihatkan kepalanya yang pitak (ehm) ke Pendar. “Nih, lihat nih, kepala Ayah pitak.”

Sekarang tiap kali ayahnya baru datang, Pendar bukannya manggil 'ayah' seperti biasa, malah teriak 'pitak'. Kalau dipelototi, suaranya malah lebih keras: PITAAAAAKK!
Kalau ayah nelepon dari kantor, Pendar bisik-bisik ke Bunda: “pitak.. pitak...”
Sekarang kami sedang berusaha mengubah kebiasannya itu. Kalau dia bilang 'pitak', saya -sedapat mungkin- berusaha tidak tertawa.
Hehehe.

Pendar sudah 1.5 tahun sekarang. Makin besar. Makin pintar. Makin hobi ngoceh dan joged. :)

Tempo hari, di mobil, Pendar buang angin. Keras dan bunyinya panjang :)
Habis buang angin, dia menutup hidungnya dengan jari telunjuk. “Bauu.... bauu....” Saya takjub. Siapa yang ngajarin ya?

Minggu lalu, Pendar tahu-tahu bangun subuh. Ayah Bunda sedang bersiap-siap ke kantor. Melihat kami seperti mau pergi, dia langsung semangat empat lima. Mungkin dia pikir bakal diajak jalan-jalan ya? Pendar langsung loncat-loncat di kasur sambil berseru girang, “Ayo! Ayo! Ayo!”
Hehehe, ayo ke mana, Neng?

Satu lagi. Kalau melihat dompet atau tas, dia pasti minta duit (halah).
“Dodit. Dodit.. (=duit)”
“Duit? Memang Pendar mau beli apa?”
“Lalon / lalots (=balon).”

Kata Serny, “Pendar itu 'elo banget' (=suka asal) ya? Cuma lebih ekspresif. Kalo lo keluarin semua yang di diri lo, ya jadinya mungkin kayak Pendar.”
Hihihi, iya, benar. Saya 'suka asal' dan kayaknya Pendar punya 'bibit asal'. But I'm the introvert version of her. Or she's the extrovert version of me? :D

O ya, gigi geraham Pendar juga sudah tumbuh. Senangnya... Tambah pintar makannya ya Nak :)

Pendar juga bisa berhitung(!). "Atu, dua, iga, epuluh..." Biasanya dia berhitung kalau naik tangga atau meneteskan obat batuk ke sendok. Anak pintar...

Hampir lupa: Pendar suka mengikuti kami salat. Bisa bersedekap, ruku dan sujud. Bisa gerakan berdoa dan zikir :)

Thursday, April 17, 2008

29

Mumpung bulan April belum lewat, saya harus cepat-cepat posting ini:

Happy Belated Birthday Dear Me.
(halah, bagaimana ini, masa mengucapkan selamat ulang tahun buat diri sendiri aja telat?)

Anyway, 4 April 2008 lalu, saya tepat berusia 29. The last of my 20's. Must make something out of it.

Ada apa saja tanggal 4 kemarin?
Tidak ada yang terlalu istimewa - kata Eyi si negatif.
SEMUANYA ISTIMEWA! - kata Eyi si positif.
Mungkin dua-duanya benar

Well, saya dapat kado ini dari hubby:



Ini paper mousepad. 'Judul' di atasnya 'Random Dawdle'. Menurut Oxford Learner's Pocket Dictionary, 'dawdle' = 'move slowly and lazily'. Wah, cocok! Gue banget! :D

Saya tidak pernah bilang ke hubby, tapi saya memang suka mencoret-coret kertas. Biasanya kalau lagi bengong, kalau lagi tidak bengong, sedang rapat, sedang tidak rapat, sedang santai, di sela-sela pekerjaan...

Biasanya saya menggambar asal-asalan. Umumnya orang. Wajah orang, terutama tampak depan. Kadang-kadang dari samping. Kadang-kadang setengah badan, seringnya close-up. (Eh, tapi saya bukan tukang gambar yang canggih ya. Gambar saya seperti lukisan anak SD). Serius.

Atau kata-kata tidak penting.

Atau paraf saya sendiri.

Atau bunga, Atau bintang. Atau matahari. Well, you get my point.

Anyway, kado ini lucu. Karena corat-coretnya jadi 'terarah'. Hihihihi....

Oya, saya juga dapat Opera Cake dari hubby. Dikirim ke kantor. Tadinya mau posting foto cake-nya di sini, tapi susah banget. Lagipula, rasanya semua orang sudah tahu seperti apa bentuk opera cake.

Ini wishlist saya:


(pict.belongs to www.howaboutorange.blogspot.com )

A lovely home office -- my standard, of course.


(pict.belongs to imagebank.com)

Ini wishlist kedua: Belajar yoga.

Sebenarnya, saya ingin belajar sesuatu yang baru. Apa saja. Keluar dari segala rutinitas selama ini: Menulis, membaca,cari info, wawancara, bla bla bla.
I know that I need to do something different.
So yoga it is.
Kapan mau mulai? Bulan depan, setelah gajian. Semoga. Harus. Ini hadiah dari saya buat diri sendiri.

Happy Birthday Eyi.

Wednesday, April 02, 2008

Berubah

You are The Tower

Ambition, fighting, war, courage. Destruction, danger, fall, ruin.

The Tower represents war, destruction, but also spiritual renewal. Plans are disrupted. Your views and ideas will change as a result.

The Tower is a card about war, a war between the structures of lies and the lightning flash of truth. The Tower stands for "false concepts and institutions that we take for real." You have been shaken up; blinded by a shocking revelation. It sometimes takes that to see a truth that one refuses to see. Or to bring down beliefs that are so well constructed. What's most important to remember is that the tearing down of this structure, however painful, makes room for something new to be built.

What Tarot Card are You?
Take the Test to Find Out.



Pertama kali dapat kartu ini, WHAAAT??? War? Destruction? I'm not like that. Biasa, denial. Tapi begitu dibaca dua kali secara pelaaaan-pelaaaaan...
Well, something's about to change, I guess.

Friday, March 28, 2008

Wonderful Quote

There's a wonderful old Italian joke about a poor man who goes to church every day and prays before a statue of a great saint, begging, “Dear Saint—please, please, please... give me the grace to win the lottery.” This lamment goes on for months. Finally the exasperated statue comes to life, looks down at the begging man in weary disgust, “My Son—please please please..., buy a ticket.”

Prayer is a relationship; half the job is mine. If I want transformation, but can't even bothered to articulate what, exactly, I'm aiming for, how will it ever occur? Half the benefit of prayer is in the asking itself, in the offering of a clearly posed and well-considered intention.

(Eat Pray Love, Elizabeth Gilbert)

Tentang Sahabat

Sahabat adalah orang-orang baik yang membantumu mengeluarkan yang terbaik dari dirimu.
Bersama mereka, kamu mencintai, dicintai, berani, menari, terbahak, lupa keperihan masa lalu atau betapa mencemaskannya masa depan.
Bersama mereka, kamu 'menjadi'. Bersama mereka, kamu bahkan tidak perlu 'menjadi'. Bersama mereka, yang terpikirkan hanya 'saat ini'. Kamu penuh. Kamu kosong. Kamu menuang dan dituang.

Kamu bersyukur.

One Day in Your Life

One day in your life
you'll remember a place
Someone's touching your face
You'll come back and you'll look around you

One day in your life
You'll remember the love you found here
You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...

One day in your life
When you find that you're always waiting
For the love we used to share
Just call my name
And I'll be there

You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...

One day in your life
When you find that you're always longing
for the love we used to share
Just call my name
And I'll be there


**Kemarin waktu lagi potong rambut, dengar lagu ini berkumandang di salon.
Luv it so much.

Tuesday, March 18, 2008

Friends

Lagi kangen sama masa-masa kuliah, Depok, kampus jaman dulu (yang tidak terlalu banyak tempat parkirnya) dan yang paling penting... teman-teman seangkatan: Zhongwenxi 97. Nimen hao ma?

Saya mengumpulkan beberapa foto dan kabar mereka. Belum semua, sayangnya. Kemarin-kemarin saya berpikir untuk bikin satu blog khusus untuk kami. Tapi kemudian kepikiran, ngurus blog sendiri aja keteteran ya? Ah, tapi yang penting kan niat ya ;)

Oke deh, here we go.




Juferdy.
Ju sedang menikmati hujan bola warna-warni. Merah, pink, biru, hijau, abu-abu, hitam...






Ayu dan Seto nikah. Dua-duanya teman saya (tapi SEMUA teman Ayu rasanya jadi teman saya juga--walaupun saya tak pernah bertemu dengan each one of them. Ini akibat saking seringnya mendengar tentang mereka. Ya kan Yu? *wink wink*).
Saya tahu cerita Ayu dan Seto sejak... sebelum mereka pacaran. Saya mengikuti kisah mereka seperti menonton serial Friends. Hehehehe...



Damas is having a baby. Bagas namanya. (Nama lengkapnya siapa ya Dam? Lupa.. Ini fotonya sudah diganti ;) )
Dari semua teman seangkatan, saya paling sering bertemu Ayu dan Damas. Belakangan ini, mungkin karena berbagai perubahan, kami jadi lebih jarang bertemu. Padahal dulu sih jam berapa aja hayuuuuk....





Iska menikah. Putri Novotel cantik yang menemani saya menghabiskan hari ulang tahun ke-25 dengan berjalan-jalan di Bogor. Kumaha damang, Ka? ;)








Lisa dan suaminya Elkana sedang menunggu kelahiran anak pertama mereka. Saya jadi ingat resepsi mereka tahun lalu. Baru sekali itu saya datang ke resepsi di mana pasangan pengantinnya BERDUET! Hihihihi... Lisa adalah salah satu teman saya yang paling easy going and naturally...funny :)








Kiri: Yovan. Tengah: Kie.
Yovan sekarang di Deplu. Terakhir bertemu, dia sedang bersiap-siap berangkat ke Portugal (kemudian diganti Guang Zhou). Wah.. senangnya Van... (plus ngiri karena I've never been anywhere

Kie bekerja di perusahaan produsen Glass (atau Gelas, Ki?) Pa kabar jeng? Kangen euy.... Kie ini penyemarak suasana. Asal ada dia, acara apa pun rasanya rame. Ya kan, Ki? ;)


To be continued ah...

Tuesday, March 04, 2008

You Make Me Feel Like...



Saya tidak pernah merasa penting.
Tidak pernah punya posisi penting.
Terus terang, saya juga tidak merasa ada penting-pentingnya untuk 'merasa' penting, atau 'menjadi' penting.

Saya pernah dengar kalimat 'It's nice to be important, but it's more important to be nice.'
Saya suka kalimat itu. Suka maknanya. So I try to be nice (semoga berhasil).

Lalu sekarang saya punya anak.
Lho, apa hubungannya?
Ada. Banyak. Sangat.
Punya anak -di satu sisi- ternyata membuat saya merasa .... jadi orang penting. :)

Coba bayangkan.
Begitu pulang kantor, anak saya menyambut saya dengan suka cita.
Dia bertepuk tangan, tertawa terbahak-bahak, matanya berpendar.
Dia tertawa begitu keras sampai kepalanya menengadah.
Seumur hidup, belum pernah ada orang yang begitu gembira melihat saya seperti itu.

Ketika saya menghilang dari pandangannya -mungkin karena ke dapur atau ke kamar mandi atau sekadar keluar kamar sebentar- dia menangis. Dia mencari-cari saya, "Nda? Nda? Nana? Nana? (=bunda? mana?)

Waktu dia masih menangis karena mencari saya, lalu saya muncul lagi, tangisnya bisa langsung berhenti dan dia tertawa lagi dan kadang-kadang bahkan melonjak-lonjak. "Hehehe..."

Lain waktu, jika dia ingin 'melaporkan' sesuatu pada saya, dia datang tergopoh-gopoh dan berseru sekeras-kerasnya (she has a BIG BIG voice),"NDAAA! NDAAAA! INIIII! INIIII!!!!" Seolah dia takut saya akan melewatkan apapun yang dia tunjuk itu.

Kalau saya bernyanyi, dia akan menyimak penuh perhatian. Di akhir lagu, dia bertepuk tangan(!) buat saya!!! Kadang-kadang, baru nyanyi dua baris saja, saya sudah dihadiahi tepuk tangan :D Oh how I love my babygirl..

Belakangan ini, kalau saya minta 'disun', dia akan menempelkan pipinya ke pipi saya. Mmmuaahh...

...................................

Selama nyaris 29 tahun ini, saya pernah merasa senang, sedih, gembira, bahagia, takut, ragu, patah hati, kecewa, haru, bangga, marah, murka...
Tapi tak pernah -saya tak bisa mengingatnya- ... merasa penting.

Dulu, saya sering berpikir 'siapalah saya?'
Tapi sekarang kalau 'diri saya' mulai meremehkan 'diri saya' dengan ucapan 'siapalah saya', saya sudah punya jawaban:
"I'm a mother. And I'm important." :)


PS: Di atas itu foto pertama saya di blog ini setelah ngeblog sejak tahun 2003. Sebagai orang penting, bolehlah sesekali majang foto - selama masih di blog sendiri. Hihihiihi...

Friday, February 29, 2008

Lucky Number S7vin

Your Life Path Number is 7
Your purpose in life is to find truth and meaning

You are very spiritual, and you are interested in the mysteries of life.
You are quite analytical and a great thinker. You have many theories and insights.
A life of solitude is perfect for you. You need time to think and do things your way.

In love, you are quite charming. You attract many with your confidence and wit.

While you enjoy being alone, sometimes you take it to an extreme.
You can become too isolated, shutting out loved ones and friends.
Express yourself a little bit more, and you'll be surprised where it takes you!

Imagine



Imagine there's no Heaven
It's easy if you try
No hell below us
Above us only sky
Imagine all the people
Living for today

Imagine there's no countries
It isn't hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people
Living life in peace

You may say that I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will be as one

Imagine no possessions
I wonder if you can
No need for greed or hunger
A brotherhood of man
Imagine all the people
Sharing all the world

You may say that I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will live as one

-John Lennon

*Menurut saya, lagu ini cantik banget, very touching n moving.
Tapi setelah menggumam-gumam sekian lama, saya jadi mikir sendiri: Bener ga ya? Bener ga ya, kalau kita ga punya konsep surga-neraka, negara, agama, kepemilikan, rasa tamak dan lapar, kita akan hidup damai?

*Picture's taken from Getty Image

Vote for David Archuleta!

OMG.... I really really really like this boy!
Good voice, good attitude, very talented n very very cute!
Semalam lihat David A di Global TV (maklum ga punya cable), nyanyi Imagine. Huhuhuhu...
Lucu deh, anak ini kalau dipuji jadi tersipu-sipu. Kayak nggak tahu kalau dia emang 'sekeren itu'.
Kalau gue masih SMP, mungkin udah kirim fanmail (seperti yang pernah gue lakukan pada Leonardo diCaprio, pemain Beverly Hills 90210, dan pemenang Asia Bagus. Dasar ABG centill...) Hehehehe...

David A, keep up the good work!
Gue yakin lo masup pinal! :D Muah! Muah! (Halah, Bundanya Pendar jadi ganjen gini)

Wednesday, December 12, 2007

Pendar 14 Bulan

My beautiful baby girl sudah bisa:

Jalan!
Yippiiiii..... Senangnya dan oh capeknya mengejar dia ke sana kemari.

Makan nasi seperti the rest of the family (Gigi Pendar sudah tujuh. Empat di atas, tiga di bawah).
Lauknya biasanya orak-arik telur, tahu, bayam... Tapi kadang-kadang Pendar bosan. Kalau disuapin, nasinya disembur-sembur keluar. Jadi kadang-kadang nasinya diblender dan tetap makan bubur instan untuk sarapan.

Kumur-kumur air putih.
Kalau lagi berbaring sambil ngedot air putih, Pendar suka jail. Air putih disimpan banyak-banyak dalam mulut, lalu mulut dimonyongin, dan krrrrrrr..... Airnya dikumur-kumur, lalu dikeluarkan dari mulut. Bajunya pasti basah dan harus diganti.

Kiss bye.
Ini benar-benar cuma saya yang mengajari. Sebelum berangkat ke kantor, saya menurunkan kaca jendela mobil dan melempar 'cium jauh' ke arah dia yang memandang dari balik pintu kaca. “Mmmuah!”

Menunjuk 'Bunda'.
Pendar suka mengacak-acak dompet ayah. Kalau menemukan KTP ayah, dia menunjuk foto ayah dan berseru, “AYAH!” Dari dulu, Pendar bisanya baru 'ayah'. Bilang 'bunda' belum bisa. Saya lalu mengajari, “Iya, ini ayah. Kalau bunda yang mana? Ini bunda...” Saya menepuk-nepuk diri sendiri. Setelah itu, kalau saya tanya, “Bunda mana, Dek?” Dia akan menepuk-nepuk dirinya sendiri. Hehehe, ini salah yang ngajarin ya?
Akhirnya, ajarannya diubah sedikit. Saya pegang tangannya, lalu saya arahkan ke dada saya. “Ini bunda...” Sekarang kalau ditanya, “Bunda mana?” Dia menepuk-nepuk saya. :) Anak pintar...

Menelepon.
Dari dulu, Pendar suka ngoprek ponsel ayah bunda. Sekarang, dia suka menempelkan HP ke kupingnya sambil ngomong (apa lagi?)... AYAH??? Lucunya, dia suka bertelepon sambil jalan kian-kemari, kayak bos-bos sok sibuk :D Kemarin, setelah mencet-mencet remote rusak, mencoba mengganti channel TV, Pendar menempelkan remote itu ke kuping; AYAH...??? Semalam, waktu kaos Pendar jatuh ke lantai, dia membungkuk untuk mengambilnya, lalu menempelkan kaos itu ke kuping: AYAAH...???

Ngomong:
'Ga apa-apa'. Tempo hari waktu dijaga Yangti, Pendar jatuh. Yangti langsung merasa bersalah. “Aduh, maaf ya, Pendar... Maaf, ya...” Pendar yang sudah berdiri langsung ngeloyor pergi sambil bilang. “Ga papah...” Saya takjub! Kok bisa ya dia jawab gitu?

'Siapa-siapa'. Satu malam, Pendar terbangun dan minta diajak keluar kamar. Saya gendong dia, lalu saya tunjukkan ruangan-ruangan yang gelap dan kosong. “Tuh kan... Masih malam. Ga ada siapa-siapa.” Pendar membeo, “Siapa-apah...”

'Mimik' atau 'memey' yang berarti air putih. Suatu ketika, Pendar terbangun malam-malam. Setelah mengerjapkan mata, kata itu meluncur lancar dari mulutnya, “MIMIK!” Ini bukan pertama kalinya dia bilang 'mimik' tapi pertama kalinya saya mendengar kata itu begitu lantang dari mulutnya.
Pernah, satu malam, saya tidak menyiapkan botol air putih dan cuma menyiapkan susu. Sewaktu Pendar rewel, saya berikan dia susu. Tapi Pendar nggak mau. Tangannya menunjuk-nunjuk ke rak besi tempat saya biasa meletakkan botol air putihnya. “Memey, memey...” Pendar baru tenang setelah diambilkan air putih. Hehehe, rupanya dia haus.

'Nyanyah?' Artinya 'mana'. Kalau dia sedang memainkan sesuatu, lalu barangnya kami sembunyikan, Pendar akan celingukan sambil bertanya, “Nyanyah? Nyanyah?”

'Aaalkoooo...' Semalam hidung Pendar meler lagi. Padahal baru sembuh dari flu. Hiks hiks.. Sambil menggendong dia, saya raih botol obat pilek Alco di meja makan. “Pendar minum Alco, ya, supaya sembuh.” Dia membeo lagi, “Aaalkooo...”

Thursday, November 22, 2007

Simply Beautiful

I had no one to talk me out of despair and that was a mistake. You need to keep people close. You need to give them access to your heart.
Charley Benetto, For One More Day

...there's a story behind everything. How a picture got on a wall. How a scar got on your face. Sometimes the stories are simple, and sometimes they are hard and heartbreaking. But behind all your stories is always your mother's story, because hers is where yours begin.
- Charley Benetto, For One More Day


Just finished reading For One More Day by Mitch Albom. Gila ya tuh orang. Keren banget :)
Seperti dua buku Mitch Albom sebelumnya -'Tuesdays with Morrie' dan 'Five Paople You Meet in Heaven'- buku ini menyinggung kematian (dan seiring itu juga kehidupan), old folks, past-present, love and self forgiveness.

To tell you the truth, for some reasons, I'm not really a big fan of 'Tuesdays with Morrie' (or is it because I only read the translated version ya? :p) but I reeeally love the other two books, especially this last one. Even after I closed the book, the story echoed in my heart.

Friday, September 21, 2007

Tuhan dalam Sekantung Buah Plastik

Membaca posting salah satu pengarang favorit saya -Dee- di 'sini' membuat saya berpikir, dan juga teringat akan sesuatu.

Dua pertanyaan itu: Apa itu Cinta? Apa itu Tuhan?

Bagi saya, menjawab pertanyaan pertama kini lebih mudah.
Cinta adalah Pendar, love is Pendar. Titik.
Saya tidak menjelaskan lebih panjang atau lebih baik dari itu.

Dan Tuhan?
Tuhan saya muncul dalam kenangan tentang sekantung mainan buah plastik yang dibeli ibu di pasar pagi Rawamangun.

Waktu itu saya masih SD. Kelas berapa tepatnya, saya lupa.
Saya sedang bermain di rumah saudara sepupu di bilangan Kelapa Gading. Kakak sepupu saya itu punya sekantung mainan buah-buahan plastik. Saya lupa apa saja buah-buahannya. Mungkin ada apel, jeruk, pisang... Standar.
Entah kenapa -mungkin karena pada dasarnya saya doyan makan?- saya sangat terkesan. Saya ingin, sangat ingin punya mainan yang sama. Tapi bagaimana caranya? Saya tak punya uang. Saya tak pernah diberi uang jajan sewaktu masih SD – kecuali kalau ibu bangun kesiangan dan tidak sempat menyiapkan sarapan.

Malamnya, sebelum tidur, setelah berbaring di ranjang, saya memejamkan mata dan berdoa dalam hati: “Allah, Eyi pengen mainan buah-buahan plastik seperti punya Uni Meitia. Amin...”

Tepat keesokan paginya, kami sekeluarga -ibu, ayah, saya dan adik perempuan- pergi ke pasar. Sementara ibu belanja, ayah mengajak saya dan adik menunggu di warung Padang dalam pasar. Rasanya baru sebentar, ibu sudah muncul lagi sambil menenteng sekeranjang belanjaan. Dia lalu menyodorkan sesuatu pada saya. “Ini buat Eyi.”

Itu dia. Tepat seperti yang saya minta tadi malam pada Tuhan. Sekantung mainan buah-buahan plastik. Mainan itu nyata, saya menggenggamnya.

Saya takjub. “Kok cepet banget, Tuhan?”


Tahun-tahun berlalu.
Dalam perjalanan waktu, sejak peristiwa buah plastik itu hingga sekarang, saya pernah meragukan perintah salat, konsep surga-neraka, perhitungan pahala-dosa dan entah apa lagi.

Tapi saya tak pernah mempertanyakan Tuhan. Saya tahu Dia ada di dekat saya: melihat, mendengarkan—bahkan kalimat yang tak terucapkan, memahami dan menjawab...

Friday, September 14, 2007

Penggoda Iman

A, beliin aku tas ini dooooooooooooong....... ;D

Ramadhan Berpendar

Ketemu Ramadhan lagi. Alhamdulillah... Mohon maaf lahir batin. Selamat puasa buat semua yang menjalankan, ya... Ramadhan tahun lalu -karena hamil, melahirkan lalu menyusui- saya sama sekali tidak berpuasa. Ramadhan tahun ini menyenangkan, karena saya sudah bisa ikut puasa lagi dan karena Pendar sebentar lagi genap satu tahun.

Iya lhooo..., Pendar sudah besar sekarang, sudah 11 bulan. Tanggal 4 Oktober besok, Insya Allah dia ulang tahun. Saya ingat, setahun lalu sewaktu Pendar baru lahir saya kena 'baby blue'. Tiap hari rasanya capek, bete, ngantuk, gerah (waktu itu cuaca lagi sepanas neraka!). Sekarang saya kena 'baby bright red'. Tiap hari -asal bareng Pendar- rasanya senang-riang-suka-suka hura-hura. Saya masih sering merasa capek -apalagi karena dia sudah lincah banget- dan masih kurang tidur, tapi kalau melihat dia ketawa-tawa, rasanya kok ya pengen ketawa juga :)

Banyak cerita tentang Pendar yang terlewat, tak saya tulis di blog atau di agenda dan saya juga yakin tidak sedikit yang sudah terlupakan. Well, supaya tidak lupa lebih banyak lagi, lebih baik langsung ditulis di sini:

::: Pendar sudah bisa melangkah, tapi dipegangin. Senangnya..., semoga sebentar lagi bisa jalan sendiri ya, Nak.

::: Pendar anak gaul. Hehehe... Iya lho, dia senaaaaang... sekali kalau melihat anak kecil / bayi lain. Kalau kami ke rumah sakit buat imunisasi, dia suka teriak-teriak dan nunjuk-nunjuk anak lain. Dia juga paling hobi ngebolak-balik Majalah Ayahbunda dan melihat foto 'Dede-dede' atau 'Kaka-kaka'. Biasanya saya akan bilang, “Cium dedenya... Sun sayang dedenya dong.” Pendar lalu akan membungkuk, terus cuuup... foto si dede dicium deh :)
Eh, tapi Pendar malu-malu kalau ketemu orang gede. Kalau lagi digendong dan ada yang nyapa, kepalanya pasti langsung ditempel ke dada saya, trus mukanya nunduk. Hehehe :)

::: Pendar doyan nonton iklan. Mungkin semua anak kecil begitu, ya? Pendar bisa tidak berkedip kalau nonton iklan di TV, terutama yang bintang iklannya anak-anak. Dia paling suka iklan Dancow: “Sudah malaaam... Ikan bobooook... Ade nggak bobok?” Sehabis iklan, dia senyum-senyum sendiri.

::: Pendar bisa main cilukba. Saya baru sekali lihat, tempo hari bareng Yangti, Angku dan Om Zaki. Pas dibilang 'ciluuk...', dia nutup mata dengan kedua tangan. Begitu buka mata, kami langsung teriak 'baaa!!!

::: Pendar... ganteng! Huhuhu, tempo hari waktu Pendar diajak angku jalan keluar rumah, terus ketemu anak tukang sate yang dagang dekat rumah, dia menyapa “Ooh.. ini cucunya ya, Pak? Aduuh, gantengnyaaa...” Banyak juga yang begitu melihat Pendar langsung menebak, “Cowok, ya?” Yang masih 'agak' sopan biasanya bertanya dulu, “Ini cewek atau cowok sih?” Uhuk uhuk uhuk..

::: Pendar bisa bilang Mama dan Papa (meskipun kami ngotot mau dipanggil ayah bunda). Ini sih sudah bisa lama. Kemarin, pukul dua dini hari, dia tahu-tahu bangun dan ngoceh, “Mama ma ma ma ma... Papa pa pa pa pa...” Waktu saya jawab, “Bilang 'ayah' bisa ngga, Dek? Coba 'A-yaah...' “ Pendar langsung teriak “PAPAA!” Huihihi. Mungkin dia pikir “Suka-suka gue, dong. Ngatur-ngatur aja lo.”

Bunda love Pendar. Muah muah Adek Pendar!

Friday, July 27, 2007

Akeelah and the Bee

"You know that feeling when everything feels right? When you don't have to worry about tomorrow or yesterday, but you feel safe and you kno you're doing the best you can? There's a word for that kind of feeling. It's called love. L-O-V-E."

Kadang-kadang nggak perlu film yang super-duper bagus, masuk box office dan dipuji banyak kritikus untuk membuat kita tersentuh.
Itu yang saya alami saat menonton film ini: "Akeelah and the Bee."

"Akeelah and the Bee", jenis film anak-anak dan ABG yang dulu sering saya tonton di layar RCTI waktu tayangan RCTI baru bisa dinikmati dengan dekoder. Ceritanya sederhana, endingnya tertebak dan penokohannya agak klise, tapi saya tetap suka. Lho, jadi suka apanya dong, ya? Hehehe...

Akeelah, gadis hitam manis berusia 11 tahun yang kurang perhatian. Ayahnya sudah meninggal, ibu dan kakak perempuannya sibuk. Akeelah sangat suka mengeja. She had something with words. Dia bisa mengeja kata-kata sulit yang belum tentu bisa dilakukan oleh anak-anak lain yang lebih tua atau orang dewasa sekalipun. Dengan mengeja, dia bisa melupakan kesedihannya karena ditinggal ayah.

Singkat cerita, karena desakan kepala sekolahnya, Akeelah akhirnya ikut kompetisi mengeja. Dibimbing Dr. Larabee -mantan dosen UCLA-, Akeelah maju dari tingkat lokal sampai nasional. Segala konflik, masalah serta hal-hal menyenangkan silih berganti muncul dalam kurun waktu itu.

Saya menonton Akeelah saat Pendar sedang tidur suatu siang. Ini namanya kemewahan. Sekarang saya sulit sekali menemukan waktu untuk menonton DVD. Baru 3/4 film berjalan, Pendar tahu-tahu melek. Waduh...
Tapi ternyata putri saya memang anak baik. Saya dudukkan dia di samping saya. Saya beri 'kotak isi segala rupa' yang memang sering dia acak-acak. Dan dia duduk tenang sampai film berakhir. Terkadang ikut melihat ke televisi, tapi kemudian sibuk sendiri lagi. Sekali-kali saya peluk dia sambil ikut-ikutan Akeelah mengeja. "Ayah: A-Y-A-H. Bunda: B-U-N-D-A. Pendar: P-E-N-D-A-R! P-E-N-D-A-R! P-E-N-D-A-R!" Pendar tertawa-tawa saat namanya dieja. Oh, how i love my baby girl.

Anyway, saya suka Akeelah and the Bee. Film sederhana, seperti hidup saya, tapi semua pemerannya bermain bagus sesuai porsinya. Saya suka Javier -sobat cowok Akeelah sekaligus lawannya dalam kompetisi mengeja. Duh, itu anak kalau sudah besar pasti ganteng. Huehehehe...
Saya suka karena film ini menghibur dan juga mendidik. Dia mengingatkan saya untuk tidak takut... pada diri saya sendiri. Dia mengingatkan bahwa ketakutan terbesar kita bukan karena kita tidak mampu, tapi justru karena sebaliknya. Dan kita merendahkan diri dengan berpikir 'siapalah saya'.

Saya suka happy ending.
Dulu saya justru suka sad ending, tragic ending. Tapi seiring usia dan banyaknya kenyataan hidup yang saya lihat dan rasakan sendiri (halah), sekarang saya lebih suka happy ending. Saya suka film yang membuat saya senang :)

Saya tak akan menganjurkan orang lain (kecuali anak-anak dan ABG) menonton Akeelah and the Bee, karena belum tentu (atau besar kemungkinan) efeknya tidak akan sama. Hehehe... Tapi kalau ada kesempatan menonton lagi -apalagi ditemani Pendar yang anteng di samping saya-, I'd really looooooovee.... to.

Papa

Pendar sudah bisa menceracau beberapa patah kata. Entahlah apa dia sesungguhnya memahami arti kata itu atau tidak.
Salah satu kata favoritnya sekarang adalah 'papa'.
Semua laki-laki di rumah dipanggil 'papa' oleh Pendar.
Ayah dipanggil 'papa' (Dan kami tetap kekeuh mengajarinya "A...YAAAH....")
Angku dipanggil 'papa'.
Om Omar dipanggil 'papa'.
Om Zaki dipanggil 'papa'.

Kemarin dua orang bapak-bapak menelepon di wartel kami.
Sejak mereka datang, menelepon, lalu membayar, Pendar menataaaap... terus.
Ketika mereka keluar, Pendar tiba-tiba memanggil "Papa!"
Weleh! Huehehehehe......

***Adek Pendar..., laki-laki selain ayah dan Nicholas Saputra, jangan dipanggil 'papa' ya Nak.. ;D

Thursday, July 19, 2007

Pendar sudah 9,5 bulan sekarang. Alhamdulillah :)
Hobinya mandi, tertawa, melihat cicak, teriak-teriak, joget dan ngoprek ponsel ayah :D
Lihatlah fotonya. Itu Pendar.
Semua di wajahnya serba besar: Mata, hidung, bibir...
Seperti ayahnya (semoga kalau sudah besar, badannya nggak sebesar badan ayah ya, Nak).
Saya paling suka melihat dia tertawa. Tawanya menular.
Saya juga suka berbaring di sampingnya. Biasanya dia akan ikut berbaring, lalu berbalik menghadap saya, lalu senyam-senyum :)
Pendar itu pelipur lara, penerang jiwa, penyemangat hari.

Muah muah adek...!!!


Monday, June 04, 2007

Probably

Life will probably be so much easier when I just stay home and spend the whole time with my daughter -Pendar.

But then again, "probably" is a powerful word.