Thursday, May 06, 2004

Bla bla bla.. (kayaknya lebih baik ga dibaca)

It's raining outside.
Saya masih di kantor, menghadap layar komputer. Hanya segelintir orang tersisa di lantai tiga. Selain itu, ada empat laki-laki yang harus digarap jadi tulisan delapan halaman: Antonio Banderas, Kevin Costner, Mel Gibson, dan Jack Nicholson.

Mau nulis, tapi nggak juga. Mau pulang, tapi nggak juga. Mau jalan, tapi nggak juga. Nggak tahu mau ngapain.
Detik ini, di atas segalanya, saya cuma pengen komputer di kantor ini menyediakan fasilitas chatting.

Mata kiri saya perih. Bintitan dia. Kalau ngedip, rasanya ada yang ngganjel. Heran, what's wrong with me? Beberapa minggu lalu, jempol kiri kejepit pintu patas AC. Kemarin, sariawan di lidah yang parah banget sampai efeknya ke kuping. Kalau ngomong atau ngunyah, kupingnya langsung tuiiiingggggg... suaaaakiiiiiiiittt... Sariawan hampir sembuh, betis kena knalpot motor. Bekasnya belum hilang sampai sekarang. Ehh... sekarang mata bintitan..

...........

Mungkin perlu diruwat. Buang sial. Atau potong rambut? Mbak Manda udah teriak-teriak, "Cukur!!! Udah gondrong tuh rambut!" Atau.. ganti nama, kali? Kalau bisa dan boleh, nama apa yang akan saya pilih? Dulu, sebelum diberi nama Sherly Puspita, orang tua saya terpikir untuk menamai saya Karina. Untung nggak jadi. Kebagusan kayaknya. Pilihan lainnya Gravel. Iya, artinya 'batu kerikil'. Saya sebenarnya suka, tapi nama itu bisa menimbulkan harapan yang terlalu tinggi. "Gravel". Mungkin lebih cocok kalau kulit saya lebih putih, dan rambutnya agak kecoklatan :)

Azan Isya dari masjid depan. Sudah lewat jam tujuh.

Saya haus. Pengen minum, tapi nggak juga. Males ngambilnya.

Pengen pulang. Naik taksi kayaknya enak, tapi kemarin udah naik taksi, pagi ini udah naik taksi, masa malamnya naik taksi lagi? Boros. Lagipula, naik taksi malam-malam dan sendirian itu mengerikan.

Sekarang ada Dido, White Flag. Saya baru ngeh sama liriknya:
i know you think that i shouldn't still love you or tell you that
but if i didn't say it, well i'd still have felt it, where's the sense in that
i promise i'm not trying to make your life harder or return to where we were..


Dulu saya pernah berpikir: Pasti tak ada yang baru tentang cinta. Segala yang kita alami sekarang, pernah dialami sedikitnya oleh satu orang entah kapan dan di mana. Apa, coba? Perselingkuhan? Perjodohan? Putus karena beda agama? Putus lalu nyesel dan balik lagi? Putus lalu pengen balik tapi nggak bisa balik? Putus lalu bunuh diri? Pacaran bertahun-tahun lalu kawin? Pacaran bertahun-tahun lalu putus dan malah kawin sama orang yang baru dikenal sebulan? Pacaran jarak jauh dan sukses? Naksir orang yang udah punya pacar? Ditaksir orang tapi udah punya pacar? Naksir tujuh tahun tapi begitu pacaran cuma bertahan tujuh bulan? Pacaran lalu putus lalu pacaran lagi lalu putus lagi lalu pacaran lagi lalu putus lagi? Kawin lalu bahagia selamanya? Kawin lalu cerai? Kawin lalu nggak bahagia tapi nggak cerai juga? Kawin lalu dipukulin?

Luka baru (atau bunga baru), tapi semuanya cerita lama. Nyaris tak ada yang terlalu istimewa lagi ketika dikisahkan. Hanya bisa jadi istimewa bila penyampaiannya cukup cantik. Tergantung pembungkus. Maka, saya setuju sekali dengan iklan Nokia(?) yang bunyinya: "Karena fungsi saja takkan memuaskan Anda." Eh, nyambung nggak, ya? Ah, bodo'. Gak penting. Ga ada yang penting (selain mata yang bintitan dan betis tompel keceplak knalpot motor).
Blog ini juga ga penting.

...................

Eh, penting deh, penting deh. BUAT SAYA. Jadi judulnya gini seharusnya:
larilarikecil --> ENAK DIBACA DAN PENTING
Huehehhehhehehehehehe.... HUEEKH!!! Ngomongnya aja malu..
Atau begini:
larilarikecil --> ENAK DITULIS DAN PENTING
Nah, ini lebih bener. Nulisnya enak, dibaca belum tentu.
Tiba-tiba ingat: Katanya, tiap orang punya potensi untuk jadi gila. Saya curiga, malam ini potensi saya melonjak tinggi. :)

Jadi? Udah jam 8, saya mesti pulang. Sebelumnya, saya mau ngambil minum dulu. Ini penting, karena saya sudah teramat sangat haus sekali.
Btw, kok dari tadi ngga ada SMS/telpon yang masuk, ya?
Hmmm.. begini: Kalau pas saya ngambil minum ada yang nge-sms atau nelpon, maka kalau dia perempuan akan saya anggap sebagai saudara dan bila dia laki-laki akan saya anggap........(apa, ya?) saudara juga deh! Biar gampang. Soalnya kalau dianggap pacar kan belum tentu sayanya mau..(LHO?) UDAAAH!! AYO AMBIL MINUM!!!!!

......................

Udah ngambil minum. Nggak ada SMS, berarti nggak dapet tambahan saudara.

Udah ah, pulang. Malam garing nasional ini harus segera diakhiri. Mari kita tutup dengan bacaan Hamdallah: Alhamdulillahirrabilalamiin..


**Buat Jeng Okke, untuk chat kita yang Mahatidakpenting kemarin dan untuk kata 'ga penting'nya. (hehehe, sebenarnya nggak seniat itu kok, Ke, baru kepikiran di kalimat2 akhir, tapi gpp deh. Siapa tahu kalau ada "dedicated to..."-nya, postingan ini jadi RADA penting sedikit. Ciieh..)

Iya, iya, saya tahu. Kalau blog ini bisa nimpuk, saya udah benjol dari tadi.

No comments: