Tadi pagi, di omprengan, mendengar 'Peluk'nya Dee (feat. Aqi Alexa) mengalun di iPod. Sekali, dua kali, tiga kali, empat kali, ulang terus..
Perlahan mata berkaca.Lagu ini terlalu sedih. Atau saya yang terlalu cengeng?
Ah, mungkin hujan dan mendung yang beberapa hari ini menggayuti langit-lah penyebabnya. Tuding saja mereka. Mereka yang membuat hati jadi ingin merana.
Peluk
“… Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya.”
Menahun, ku tunggu kata-kata
Yang merangkum semua
Dan kini ku harap ku dimengerti
Walau sekali saja pelukku
Tiada yang tersembunyi
Tak perlu mengingkari
Rasa sakitmu
Rasa sakitku
Tiada lagi alasan
Inilah kejujuran
Pedih adanya
Namun ini jawabnya
Lepaskanku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera
Sadari diriku pun kan sendiri
Di dini hari yang sepi
Tetapi apalah arti bersama, berdua
Namun semu semata
Tiada yang terobati
Di dalam peluk ini
Tapi rasakan semua
Sebelum kau kulepas selamanya
Tak juga kupaksakan
Setitik pengertian
Bahwa ini adanya
Cinta yang tak lagi sama
Lepaskanku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera
Dan kini ku berharap ku dimengerti
Walau sekali saja pelukku
Showing posts with label rasa. Show all posts
Showing posts with label rasa. Show all posts
Wednesday, November 25, 2009
Tuesday, September 15, 2009
Diam
"Sekarang lo diem!
Istirahat di tempat!
Biar Allah yang atur segalanya buat elo!"
(Bang Jack pada Chelsea, 'Para Pencari Tuhan 3, eps entah ke brp)
Istirahat di tempat!
Biar Allah yang atur segalanya buat elo!"
(Bang Jack pada Chelsea, 'Para Pencari Tuhan 3, eps entah ke brp)
Perjalanan Hati
"Hati tidak perlu memilih. Hati dipilih...
Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh."
(Luhde pada Keenan. Perahu Kertas--Dee, hlm 430)
Sudah dari minggu lalu selesai baca 'Perahu Kertas'nya Dewi Dee Lestari. Menyenangkan. Sekaligus sebal karena cepat selesai. Jadi tidak punya bacaan lagi di omprengan.
Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh."
(Luhde pada Keenan. Perahu Kertas--Dee, hlm 430)
Sudah dari minggu lalu selesai baca 'Perahu Kertas'nya Dewi Dee Lestari. Menyenangkan. Sekaligus sebal karena cepat selesai. Jadi tidak punya bacaan lagi di omprengan.
Hujan Bulan Ju(l)ni
Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Damono
tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
(Hail Sapardi! Pak Sapardi, makannya apa sih? Kok bisa nulis puisi sebagus ini? Semenyentuh ini? hiks)
Sapardi Djoko Damono
tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
(Hail Sapardi! Pak Sapardi, makannya apa sih? Kok bisa nulis puisi sebagus ini? Semenyentuh ini? hiks)
Subscribe to:
Posts (Atom)